Lagi-lagi Klopp Dibuat Kesal Oleh Aturan Karantina Liga Inggris

Pemerintah Inggris sudah merevisi keputusan karantina untuk para pemain Liga Inggris di jeda internasional. Tapi, manajer Liverpool Juergen Klopp selamanya tidak puas.

Klopp dan sebagian manajer Liga Inggris lainnya sempat melarang para pemain Amerika Latin di klub untuk tampil di jeda internasional bulan lalu. Sebab, para pemain itu bakal datang ke negara yang juga daftar merah pemerintah Inggris mengenai pandemi Covid-19.

Jika para pemain ulang berasal dari sana, mereka tidak boleh bergabung bersama tim dan harus dikarantina sepanjang 10 hari. Hal ini pasti merugikan klub secara materil dan non-materil.

Lalu, di jeda internasional bulan ini, pemerintah Inggris membuat pengecualian bersama mengizinkan para pemain yang sudah dua kali divaksin, untuk lewat karantina harus 10 hari sesudah ulang ke negara tersebut.

Tapi, para pemain harus mengikuti keputusan baru yakni selamanya berada di buble didalam perihal ini pusat latihan klub, dan bukan segera pulang ke rumah, sepanjang 10 hari.

Nantinya para pemain cuma diperbolehkan muncul jika tersedia sesi latihan dan pertandingan. Aturan baru ini pun nyatanya tidak membuat Klopp puas sebab menjadi klub sudah jalankan protokol kesegaran bersama ketat, sehingga tidak harus dikarantina semacam itu.

"Menurut saya itu bukanlah solusi yang bagus," ujar Klopp di Evening Standard.

"Brasil, Georgia, dan sebagian negara sebetulnya masuk daftar merah di Inggris, tetapi mereka bukan negara terlarang untuk Prancis, Jerman, atau Spanyol. Para pemain dapat segera ulang bermain. Negara-negara itu juga banyak pemainnya yang pergi, selanjutnya dapat kembali, dan hidup layaknya biasanya," sambungnya.

"Para pemain sudah disiplin berada di bubble. Mereka pun di sini di tempatkan di bubble, demikianlah juga waktu membela timnas."

"Yang saya terlalu tidak puas adalah sepertinya ini tidak dipersiapkan secara matang. Saya berpikir tersedia seseorang berasal dari pemerintahan yang cobalah memberikan usul berkata 'omong-omong, kami masih harus mengurus soal para pesepakbola itu', dan tersedia yang bilang 'lo, memangnya tersedia kasus bersama mereka?."

"Mereka bilang, mereka bermain di negara zona merah dan mereka tidak dambakan dikarantina 10 hari di hotel. So, mereka cuma bilang 'Yaudah, biarkan mereka ke hotel lainnya'."

"Saya tidak meminta pemerintah 100 prosen turut membayangkan soal keadaan Premier League, soal pemain tertentu. Tapi Premier League harus memperjuangkan para pemain kami. Tapi, faktanya tidak layaknya itu," tutup Juergen Klopp.


 

Next Post Previous Post